Radang tenggorokan adalah iritasi yang terjadi pada tenggorokan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari flu, infeksi, kebiasaan merokok, dan paparan polusi. Radang tenggorokan umumnya menyebabkan nyeri dan gatal di tenggorokan, batuk, sakit ketika menelan, dan suara serak.

Radang tenggorokan atau faringitis ditandai dengan tenggorokan kering dan gatal, serta kemerahan atau bengkak pada amandel. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari infeksi virus dan bakteri, udara kering, alergi, hingga paparan asap rokok dan polusi berkepanjangan.

Radang Tenggorokan - Alodokter

Virus atau bakteri penyebab radang tenggorokan sangat mudah menular melalui udara, misalnya lewat percikan air liur dari batuk penderita yang terhirup. Gejala radang tenggorokan biasanya dapat muncul 2–5 hari setelah kuman masuk ke tubuh.

Radang tenggorokan umumnya bisa sembuh dengan perawatan mandiri, misalnya beristirahat yang cukup, menjauhi udara kotor, dan mengonsumsi permen pelega tenggorokan. Namun, jika disertai gejala berat, seperti sakit tenggorokan parah, sesak napas, sulit menelan, dan demam 38°C, radang tenggorokan perlu ditangani oleh dokter.

Penyebab Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari infeksi virus atau bakteri, dan penyakit lain yang dapat memicu terjadinya radang tenggorokan. Berikut ini adalah contoh-contoh penyebab faringitis:

Infeksi virus

Penyebab radang tenggorokan yang paling umum adalah infeksi virus. Beberapa jenis virus tersebut adalah:

Infeksi bakteri

Selain karena infeksi virus, radang tenggorokan juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri. Jenis bakteri yang dapat menyebabkan radang tenggorokan di antaranya:

Selain virus dan bakteri, infeksi jamur Candida juga dapat menyebabkan radang tenggorokan. Radang tenggorokan akibat infeksi jamur ini umumnya lebih banyak terjadi pada orang yang daya tahan tubuhnya lemah, misalnya akibat malnutrisi, HIV/AIDS, atau efek samping kemoterapi.

Kondisi noninfeksi

Beberapa kondisi atau gangguan kesehatan yang dapat memicu terjadinya radang tenggorokan adalah:

  • Reaksi alergi terhadap debu, makanan, bulu hewan, atau serbuk sari
  • Sering berada di ruangan yang kering, misalnya kamar dengan AC
  • Iritasi tenggorokan, misalnya akibat mengonsumsi makanan pedas atau minuman beralkohol, serta terpapar asap rokok maupun polusi
  • Tegang otot tenggorokan, misalnya karena banyak berbicara dengan suara keras, sering berteriak, atau berbicara dalam waktu yang lama tanpa istirahat
  • Penyakit asam lambung (GERD)
  • Tumor atau kanker tenggorokan

Faktor risiko radang tenggorokan

Radang tenggorokan dapat terjadi pada siapa saja. Namun, risiko terjadinya kondisi ini lebih tinggi pada orang dengan beberapa faktor berikut:

  • Berusia 3–15 tahun
  • Memiliki kebiasaan merokok atau menjadi perokok pasif
  • Memiliki alergi
  • Menderita infeksi sinus kronis (sinusitis) atau radang amandel (tonsilitis)
  • Sering beraktivitas atau bekerja di tempat yang ramai, misalnya pusat penitipan anak, ruang kelas, pasar, atau stasiun
  • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya akibat HIV/AIDS, diabetes, kemoterapi, atau konsumsi obat kortikosteroid jangka panjang
  • Melakukan seks oral

Gejala Radang Tenggorokan

Gejala radang tenggorokan sangat beragam, tergantung pada penyebabnya. Namun, keluhan yang umum terjadi akibat gangguan ini antara lain:

  • Sakit tenggorokan
  • Gatal di tenggorokan
  • Sulit menelan
  • Suara serak atau bahkan kehilangan suara
  • Batuk-batuk
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Kemerahan atau bengkak pada amandel
  • Mata gatal atau berair
  • Bercak putih di langit-langit mulut
  • Mual atau muntah
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau sendi
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Nafsu makan menurun

Kapan harus ke dokter

Radang tenggorokan biasanya merupakan kondisi ringan dan akan mereda dalam beberapa hari dengan perawatan mandiri. Namun, Anda dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter jika selama 1 minggu keluhan ini tidak membaik atau malah memberat.

Segera cari pertolongan medis bila radang tenggorokan disertai dengan gejala-gejala berikut:

  • Sakit tenggorokan yang parah
  • Sesak napas
  • Sulit menelan
  • Demam lebih dari 38°C
  • Nyeri sendi
  • Sakit telinga
  • Dahak dan air liur mengandung darah
  • Lemas atau tidak bertenaga
  • Ruam kemerahan pada beberapa bagian tubuh
  • Suara serak yang berlangsung lebih dari 2 minggu
  • Bengkak pada wajah dan leher

Diagnosis Radang Tenggorokan

Diagnosis radang tenggorokan dimulai dengan tanya jawab mengenai kondisi pasien. Dokter akan menanyakan kepada pasien tentang:

  • Gejala yang dirasakan dan durasinya
  • Penyakit yang pernah atau sedang diderita
  • Kontak dengan orang yang mungkin terinfeksi bakteri atau virus penyebab radang tenggorokan

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan:

  • Melihat apakah ada pembengkakan, kemerahan, atau bercak-bercak putih pada amandel maupun tenggorokan
  • Memeriksa telinga dan saluran hidung
  • Meraba leher untuk mencari tahu apakah kelenjar getah bening membengkak
  • Memeriksa perut untuk mencari tahu apakah terjadi pembesaran limpa yang mungkin menandakan mononukleosis
  • Memeriksa bunyi pernapasan dengan stetoskop

Dokter juga mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang berikut untuk memastikan diagnosis dan menentukan penyebab radang tenggorokan:

  • Swab tenggorokan, untuk mendeteksi virus atau bakteri dengan mengambil sampel lendir dari tenggorokan kemudian diperiksa di laboratorium
  • Tes hitung darah lengkap, untuk menentukan penyebab radang tenggorokan, misalnya infeksi virus atau bakteri

Pengobatan Radang Tenggorokan

Pengobatan radang tenggorokan tergantung pada penyebabnya. Radang tenggorokan akibat infeksi virus umumnya membaik dalam 5–7 hari. Untuk membantu pemulihan, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Minum air putih minimal 2 liter per hari untuk melegakan tenggorokan dan mencegah dehidrasi
  • Berkumur dengan air garam hangat untuk meredakan nyeri tenggorokan
  • Mengonsumsi makanan yang nyaman di tenggorokan, misalnya sup kaldu hangat, air lemon dicampur madu, atau air jahe hangat
  • Berhenti merokok, serta hindari paparan asap rokok, debu, dan polusi
  • Menggunakan pelembab udara jika udara di dalam ruangan terasa kering
  • Beristirahat yang cukup dan kurangi bersuara sampai gejala membaik
  • Meminum obat pereda demam dan nyeri yang bisa dibeli bebas, misalnya paracetamol atau ibuprofen
  • Mengonsumsi permen pelega tenggorokan yang mengandung antiseptik, seperti dequalinium chloride
  • Mengulum es batu, tetapi tidak disarankan untuk bayi dan anak

Jika penanganan di atas tidak juga menyembuhkan gejala radang tenggorokan, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Untuk mengobati radang tenggorokan, dokter dapat memberikan obat-obatan berikut ini:

  • Antibiotik, misalnya cefadroxil, amoxicillin, atau clindamycin, untuk radang tenggorokan akibat infeksi bakteri
  • Obat batuk, untuk meredakan batuk kering maupun berdahak
  • Antasida, penghambat histamin-2 (H2 blocker), atau penghambat pompa proton, untuk mengatasi penyakit asam lambung

Komplikasi Radang Tenggorokan

Jika tidak ditangani, radang tenggorokan dapat menyebabkan sejumlah komplikasi berikut:

  • Epiglotitis, yaitu peradangan pada katup saluran pernapasan
  • Infeksi telinga
  • Mastoiditis atau infeksi pada tulang mastoid
  • Sinusitis, yaitu peradangan pada sinus
  • Penumpukan nanah (abses) di tenggorokan atau abses parafaring
  • Pneumonia
  • Demam reumatik
  • Glomerulonefritis

Pencegahan Radang Tenggorokan

Pencegahan radang tenggorokan adalah dengan menghindari kuman atau kondisi yang bisa menyebabkannya. Beberapa upaya yang bisa dilakukan adalah:

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum atau sesudah menyiapkan makan, membuang sampah, dan setelah dari toilet
  • Tidak menyentuh area wajah menggunakan tangan yang tidak bersih
  • Tidak berbagi makanan atau penggunaan barang pribadi, seperti peralatan makan, pakaian, atau sikat gigi, dengan orang lain
  • Membersihkan permukaan benda atau barang apa pun yang dapat menjadi media penyebaran infeksi
  • Menghindari kontak dengan orang yang mungkin sakit atau terinfeksi
  • Menjauhi paparan asap rokok dan berhenti merokok
  • Melakukan vaksin influenza sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter